20/02/2016



Psikologi Anak Pemalu - Perasaan malu juga bisa di artikan dengan perasaan gelisah yang sedang dialami oleh seseorang dikarenakan pandangan orang lain terhadap dirinya. Dan ada pula yang mengartikannya dengan sesuatu yang mungkin aneh, curiga, hati-hati ataupun sebagainya. Banyak sekali yang bertanya-tanya tentang bagaimana cara menghilangkan rasa malu ataupun cara menghilangkan grogi. Nah, disini agar kita lebih memahami lagi bagaimana pemalu itu, kita akan membahas dahulu yaitu psikologi anak pemalu dan penyebab rasa malu atau grogi tersebut sebelum mendalami semuanya.

Pada dasarnya semua manusia sejak lahir sudahlah memiliki sedikit rasa malu, tetap jika rasa malu itu berubah menjadi rasa takut yang begitu berlebih, maka hal tersebut akan menjadikan fobia baginya. Seperti contoh takut menghadapi masyarakat ataupun tekanan dari orang lain. Anak yang cenderung memiliki perasaan malu akan lebih memilih menghindari keramaian dan juga kurang begitu aktif saat bergaul dengan teman lainnya.

Dan sayangnya kebanyakan guru tidak begitu mudah untuk mengetahui mana murid yang pemalu atau sebaliknya, karena mereka tidaklah suka untuk membuat masalah atau kegaduhan. Dan rasa malu yang berlebih bisa sangat mengganggu pertumbuhan, pergaulan, penyesuaian diri, belajar, ataupun harga diri si anak tersebut. Dan pada umumnya,ciri-ciri anak pemalu biasanya adalah ragu-ragu, sensitif, murung, terisolir, dan juga pastinya sulit bergaul. Maka dari itu mereka para pemalu sebenarnya harus kita bantu, meskipun kita bukan saudara ataupun teman Anda yang pemalu, dan Anda sebagai orangtua atau teman yang baik, Anda akan membantu anak-anak yang mungkin mempunyai perasaan malu yang berlebih ini.

Dan pertama yang perlu kita ketahui adalah bagaimana proses malu itu bisa muncul. Dan bahasa yang tepatnya adalah apakah masalah atau penyebab munculnya rasa malu yang berlebih itu. Berikut adalah penyebab timbulnya rasa malu yang berlebih.

Masalah Penyebab Rasa Malu Berlebih

Masa Kanak-Kanak Yang Kurang Bahagia
Ada beberapa anak yang mengalami hal-hal yang mungkin kurang menyenangkan saat mereka masih kanak-kanak. Seperti contoh, orangtua yang bercerai, orangtua yang suka berpindah-pindah, orangtuanya meninggal, dipaksa untuk berpindah sekolah, dihina oleh temannya ataupun sebagainya. Hal seperti itulah yang dapat mengganggu hubungan sosial mereka terhadap lingkungan, tidak berani bergaul, lebih memilih menghindar ataupun mundur, dan juga tidak berani untuk bergaul dengan orang yang belum ia kenal sebelumnya.

Unsur Keturunan
Hal seperti ini juga merupakan salah satu faktor yang tidak langsung atau juga bisa dikatakan belum pasti. Jika anak tersebut sejak lahir sudah terlihat sensitif, maka bisa jadi itu dikarenakan pembawaan dari saat ia dikandung oleh ibunya dan ibunya saat itu mengalami tekanan jiwa ataupun fisik. Tetapi faktor yang ini belum tentu juga dapat digunakan untuk suatu bukti apakah anak tersbut akan menjadi lebih sensitif dan pemalu ataukah tidak.

Kurang Bermasyarakat
Rata-rata sifat pemalu akan muncul ketika anak tersebut hidup dengan latar belakang penyendiri dimana dia diabaikan oleh keluarga atau orangtuanya, ataupun anak tersebut dibesarkan oleh keluarga yang lebih suka mengasingkan diri atau terlalu dikekang, sehingga mereka sulit untuk berhubungan sosial oleh lingkungan masyarakat sekitar.

Perasaan Merendahkan Diri
Faktor ini bisa terjadi jida mungkin anak itu merasa malu karena tubuh dia yang pendek, mempunyai kebiasaan jelek, bersikap terlalu kaku dan menutupi semua itu dengan menghindari orang lain dan menyendiri. Dikarenakan kurangnya percaya diri dan menganggap dirinya tidak memiliki sebuah keunggulan, maka dari itu ia tidak memperlihatkan dirinya pada keramaian.

Karena Pandangan Orang Lain
Banyak juga anak pemalu dikarenakan pandangan orang lain yang sudah masuk kedalam sugestinya yang lalu merasuk dalam diri anak tersebut sejak ia kecil. Seperti mungkin contohnya orang dewasa lebih sering mengatakan bahwa dia adalah anak pemalu dan juga guru dan teman-temannya berpendapat sedemikian rupa, hingga semua itu merasuk dalam sugestinya dan melekat ke dalam sifatnya dan menjadikan dia benar-benar seorang anak yang pemalu.

Dan padahal anak-anak yang seperti inilah yang nantinya akan menjadi anak yang lebih unggul terutama di bidang teknologi dan sains, ataupun juga mereka bisa saja menjadi seorang seniman dan maestro setara kelas dunia, karena mereka selal fokus dengan apa yang mereka sukai tanpa terganggu juga oleh racun masyarakat sekarang ini dan yaitu mereka anak-anak yang peka dan juga penuh rasa cinta dan kasih sayang dan yang pasti kepada orangtuanya.

Janganlah pernah mencela orang yang pendiam, pemalu, penyendiri apa sajalah bahasanya, karena sesungguhnya mereka lebih peka dan tau apa yang mereka mau dan apa yang mereka tuju. Dan yang pasti orang-orang sensitif dan berhati-hatilah yang kan lebih dulu menggapai cita-citanya, karena mereka tidak pernah sibuk untuk mengurusi kehidupan orang lain. Karena mereka lebih mengutamakan kesuksesan diri sendiri untuk membantu orang lain setelah itu.

Itulah beberapa faktor atau penyebab adanya rasa malu dalam seorang anak. Mungkin untuk orangtua, luangkanlah waktu untuk berbincang atau berlibur dengan anak Anda, agar mereka selalu merasa ada orang di samping mereka. Dan semoga artikel ini bisa memberi pelajaran kepada kita yang masih menempuh pendidikan, ataupun yang sudah berkeluarga agar lebih menjaga teman-teman yang pemalu ataupun anak Anda yang mungkin kurang menonjol dalam pergaulannya. Bantulah mereka, jadikan mereka teman.

Terima kasih telah membaca artikel kali ini yaitu tentang psikologi anak pemalu dan penyebabnya. Selalu kunjungi Artikelious.com dan dapatkan artikel tentang sosial, keluarga dan juga kesehatan lainnya yang mungkin bermanfaat untuk Anda dan juga pastinya untuk keluarga di rumah. Terima kasih.

Judul: Psikologi Anak Pemalu Dan Penyebab Rasa Malu
Skor: 4.5 dari 5, oleh 7328 ulasan.
Ditulis ulang oleh .com dari berbagai referensi.


PERHATIAN! Jika Anda meng-copy artikel ini, mohon untuk sertakan 1 link aktif dibawah artikel yang mengarah ke halaman ini. Jika tidak, kami akan melaporkannya ke pihak Google untuk memproses Web/Blog Anda. Setiap hari kami mengecheck siapa saja yang mengCopy artikel kami. Terima kasih atas perhatiannya.

0 comments:

Post a Comment

Isi komentar dimohon untuk:
► TIDAK berisi promosi.
► TIDAK keluar dari topik.
► TIDAK mengandung SARA.
► TIDAK berisi link hidup ataupun link mati.
► TIDAK menggunakan bahasa yang tidak sopan.

*Jika Anda melakukan salah satu hal diatas, kami langsung reporting ke pihak Google dengan mencantumkan link Anda sebagai SPAM. [ Telah menghapus 214 komentar SPAM ]