07/06/2015



Cara Mendidik Anak Yang Baik - Mendidik anak bukanlah hal yang begitu mudah, maka dari itu banyak sekali tips mendidik anak. Meskipun saat menulis artikel ini saya belum mempunyai anak. tetapi saya mendapatkan pengetahuanini berdasarkan pada pengalaman-pengalaman orang tua dalam mendidik anaknya dan yang pasti dikaitkan juga dengan cara anak menangkap pendidikan dari orang tuanya itu. Perlu kesabaran dan juga kebijaksanaan dalam mendidik anak untuk menjadi anak yang menyayangi orang tua dan juga selalu mengingat orang tuanya. Begitu banyak tips-tips yang bisa Anda coba, dari yang cara mendidik anak menurut islam hingga menurut para ahli.

Semua anak adalah baik. Semua pada dasarnya anak adalah sesuatu yang baik, dalam artian semua anak itu baik. Tidak ada sama sekali anak-anak yang mempunyai niatan untuk menyakiti seseorang. Dan semua membuatnya berbeda adalah orang tua dan juga lingkungannya, yang membuat anak melakukan hal yang seperti itu. Semua anak-anak adalah mempunyai kecenderungan berbuat baik, tetapi semua itu akan berubah atau menghilang jika orang tua dan lingkungannya tidak menunjukkan hal yang baik pula. Disini kita mengambil contoh seperti anak-anak yang dermawan, yang belum terkontaminasi apapun. Tetapi sifat itu akan berubah bahkan menghilang dari diri anak itu ketika orang tuanya tidak menunjukkan kedermawanannya dihadapan anaknya tersebut, begitu juga lengkungan sekitarnya. Saat anak itu melihat orang tuanya yang pelit di lingkungan mereka atau pun kurang dermawan, maka anak-anak tersebut akan menirunya, karena mereka beranggapan itu adalah hal yang benar.


Menghargai niat anak. Setiap perbuatan ataupun kelakuan seorang anak atau seorang dewasa pasti semuanya dilandasi oleh sebuah niat. Pada umumnya pasti semua anak niatnya bertujuan baik, tetapi harus kita mengerti bahwa mungkin kemampuan logika dan juga motoriknya untuk melakukan sesuatu belum begitu berkembang sempurna. Nah, hal itulah yang menyebabkan niat baik mereka kadang terlihat itu adalah sesuatu yang tidak baik atau pun menimbulkan masalah menurut kita, tetapi pada dasarnya mereka ingin melakukan sesuatu yang baik.

Saya punya sebuah pengalaman yang mungkin akan membuat Anda mengerti apa yang dilakukan seorang anak. Pada suatu pagi saya dikagetkan oleh sebuah suara barang pecah belah yang terdengar dari arah dapur. Seketika saya dan juga tante saya langsung berlari menuju arah suara tersebut. Dan disana saya dan tante saya melihat 1 piring dan juga 1 gelas berjatuhan di sekitar anaknya yang berusia 4 tahun dan sedang didapur pagi-pagi.

Seketika itu tante saya langsung bergegas membersihkan pecahan piring dan juga gelas kaca yang pecah berjatuhan tadi. Dan setelah membersihkannya, tante saya langsung menghampiri anaknya, dan dia bertanya, "apa yang terjadi?".

Dan ternyata anaknya sudah bangun pagi-pagi, dan dia berusaha untuk membangunkan orang tua nya, tetapi kedua orang tuanya tidak juga bangun. Dan sehingga membuat anak ini berasumsi bahwa kedua orang tuanya masih capek. Nah, kemudia anak ini berfikiran, "hei! kenapa tidak aku saja yang membuat sarapan. Orang tua ku pasti masih capek, biar nanti mereka tinggal memakannya". Telah tercipta niat yang baik kan? Dan semua itu terbukti pada toaster terdapat 4 roti tawar yang siap di buat. Dan itu bukti bahwa anaknya tidak berbohong.


Lalu apakah tante saya memarahi anaknya tersebut? Tante saya tidak marah sama sekali dan dia bertanya kepada anaknya saja tidak menggunakan nada yang tinggi. Dia tidak akan memvonis seorang anak jika dia belum tau kenapa alasannya dan apa yang terjadi. Itu sebabnya tante saya tidak marah-marah saat melihat piring dan gelah nya jadi dan pecah berserakan.

Setelah dia tau kenapa alasannya, dia sangat menghargai niat anaknya yang sangat baik itu, dan bahkan tante saya langsung mengajari anaknya untuk melakukan hal itu tanpa harus memecahkan sesuatu. Dan bahkan yang membuat saya senyum adalah, besoknya dia langsung membelikan sebuah piring dan gelas anti pecah untuk anaknya belajar membuat makanan sendiri dan juga untuk tidak menghabiskan piring dan gelas keramik lainnya.

Dan yang masih selalu saya ingat kata-kata tante saya untuk mendidik seorang anak adalah,

Jangan sampai menghentikan niatnya, tetapi perbaikilah cara untuk mewujudkannya
Itu yang tante saya katakan kepada saya. Dan saya sangat memegang kata-kata tersebut saat menangani anak-anak disekitar saya, dan yang pasti akan membuat anak-anak tersebut dekat dan suka dengan saya.

Tips diatas itu tadi adalah cara mendidik anak usia 2 tahun sampai 6 tahun kiranya. Agar anak Anda tidak menjauhi Anda gara-gara Anda sering memarahinya dan selalu cerewet kepada anak Anda.

Nah, bagaimana jika untuk mendidik anak yang sekiranya sudah 7 tahun keatas yang mungkin sudah bisa membuat prestasi? Semua caranya adalah sama, berilah penghargaan dan senyuman atas semua yang dicapai anak Anda. Seperti cerita yang dikutip oleh The World Best Mentalist yaitu Deddy Corbuzier, yang menceritakan secara gamblang dan begitu menyentuh saat Anda membacanya, silahkan baca kutipannya berikut ini:

Klik disini - Kutipan cerita Deddy Corbuzier "Belajar yang kalian suka"
Pada intinya, kita mendidik anak adalah banyak-banyaklah memberi anak tersebut penghargaan atas swmua yang dia dapatkan. Tidak ada kata kasar tidak ada bentakan. Senakal-nakalnya anak, dia pasti akan merasa saat dia sudah mendapatkan rasa sakit yang orang khawatirkan. Nah, sebagai orang tua kita bertugas untuk menggiring, bukan untuk mengutusnya menjadi yang kita mau, biarlah anak tersebut yang akan membentuk dirinya seperti apa yang dia mau. Ingat, kita hanya menggiring.


Sekian dulu Cara Mendidik Anak Yang Baik Dan Belajar Bijaksana Melihat Perbuatan Anak, semoga keluarga terutama anak Anda bisa membahagiakan Anda karena sudah terdidik dengan baik dan benar. Dan jangan lupa untuk selalu mengunjungi Artikelious untuk mendapatkan artikel kesehatan dan juga artikel gaya hidup dan keluarga yang mungkin bermanfaat dan bisa membimbing dalam kehidupan kita sehari-hari. Sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya. Terima kasih.
Judul: Cara Mendidik Anak Yang Baik Dan Belajar Bijaksana Melihat Perbuatan Anak
Skor: 4.5 dari 5, oleh 7328 ulasan.
Ditulis ulang oleh .com dari berbagai referensi.


PERHATIAN! Jika Anda meng-copy artikel ini, mohon untuk sertakan 1 link aktif dibawah artikel yang mengarah ke halaman ini. Jika tidak, kami akan melaporkannya ke pihak Google untuk memproses Web/Blog Anda. Setiap hari kami mengecheck siapa saja yang mengCopy artikel kami. Terima kasih atas perhatiannya.

6 comments:

  1. wew bagus, sebelum jadi papah yang jahat baca trotoriaal ini dulu :v akwkoawk

    ReplyDelete
  2. sangat membantu gan walaupun ane lom nikah tapi lumayan dapet ilmu :)

    ReplyDelete
  3. Bagus artikelnya gan
    Ngomong-ngomong pakai template baru ya :>)

    ReplyDelete
  4. Bener banget, harusnya anak itu digiring bukannnya dipaksa :)

    ReplyDelete
  5. Oke nih sarannya :)
    Nih tips yang lumayan buat orang tua

    Nice artikel

    ReplyDelete

Isi komentar dimohon untuk:
► TIDAK berisi promosi.
► TIDAK keluar dari topik.
► TIDAK mengandung SARA.
► TIDAK berisi link hidup ataupun link mati.
► TIDAK menggunakan bahasa yang tidak sopan.

*Jika Anda melakukan salah satu hal diatas, kami langsung reporting ke pihak Google dengan mencantumkan link Anda sebagai SPAM. [ Telah menghapus 214 komentar SPAM ]